Modal Asing Mengalir US$9 Miliar ke Indonesia, Investor Global Kembali Bidik SRBI dan SBN

Ekonomi, Nasional13 Dilihat

KAROMAJU.COM, JAKARTA – Kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate hingga 5,75% mulai meningkatkan daya tarik aset keuangan Indonesia bagi investor asing. Hingga 26 Juni 2026, aliran modal asing (capital inflow) ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN) tercatat mencapai sekitar US$9 miliar secara year to date (YTD).

Masuknya dana asing tersebut menjadi sinyal meningkatnya kepercayaan investor global terhadap stabilitas ekonomi Indonesia di tengah kondisi pasar keuangan dunia yang masih menghadapi berbagai tekanan dan ketidakpastian.

Mengutip laporan Bisnis.com, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan bahwa peningkatan arus modal asing terjadi setelah BI melakukan penyesuaian kebijakan moneter melalui kenaikan BI Rate sebesar 100 basis poin dalam satu bulan terakhir.

Menurut Destry, kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memastikan kondisi likuiditas di pasar keuangan tetap terkendali.

“Dalam situasi ketidakpastian global yang sangat tinggi, Bank Indonesia perlu membuat kebijakan yang sifatnya jangka pendek untuk mencapai stabilitas. Dalam hal ini kami berbicara mengenai stabilitas nilai tukar dan likuiditas,” ujar Destry dalam Konferensi Pers Pimpinan DPR RI dengan Pemerintah terkait penguatan fiskal dan moneter, Senin (29/6/2026).

Kenaikan BI Rate hingga level 5,75% turut mendorong penyesuaian tingkat imbal hasil (repricing) pada sejumlah instrumen investasi domestik, khususnya SRBI yang diterbitkan Bank Indonesia serta SBN yang diterbitkan pemerintah.

Destry menjelaskan bahwa perubahan imbal hasil tersebut membuat instrumen keuangan Indonesia semakin menarik bagi investor offshore. Sepanjang Januari hingga 26 Juni 2026, dana asing yang masuk ke portofolio SRBI dan SBN telah mencapai sekitar US$9 miliar.

“Yang terjadi kemudian adalah repricing terhadap instrumen yang diterbitkan Bank Indonesia maupun pemerintah, yaitu SRBI dan SBN. Selama Juni telah terjadi inflow yang cukup signifikan sehingga secara year to date, dari Januari hingga 26 Juni, aliran dana asing yang masuk ke portofolio SRBI dan SBN mencapai sekitar US$9 miliar,” katanya.

Selain menunjukkan daya tarik pasar keuangan domestik, masuknya modal asing juga dinilai mencerminkan kepercayaan investor internasional terhadap fundamental ekonomi Indonesia. BI melihat kondisi tersebut sebagai indikator positif terhadap persepsi pasar terhadap perekonomian nasional. 

Di sisi lain, Bank Indonesia terus menjaga stabilitas pasar dengan memperkuat pengelolaan likuiditas. Hingga akhir Juni 2026, ekspansi likuiditas yang dilakukan bank sentral meningkat menjadi sekitar Rp1.000 triliun, dibandingkan sekitar Rp600 triliun pada akhir Mei.

Langkah tersebut dilakukan agar pasar uang dan pasar valuta asing tetap stabil serta mampu menghadapi potensi tekanan akibat ketidakpastian ekonomi global.

Dengan meningkatnya aliran investasi asing ke SRBI dan SBN, Indonesia masih menjadi salah satu pasar yang menarik bagi investor global. Ke depan, stabilitas nilai tukar, kebijakan moneter, serta kondisi ekonomi nasional akan menjadi faktor penting dalam mempertahankan kepercayaan investor terhadap pasar Indonesia.

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

Punya pertanyaan soal Bantuan Hukum & Perizinan, Pencarian & Pengembangan Properti, Layanan Relokasi & Eksplorasi, Dukungan Media & Branding, Distribusi Produk ? INBISNIS bisa bantu jawabin.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini.

Yuk, gabung grup WhatsApp Berita INBISNIS.ID atau ikuti Channel Berita INBISNIS.ID! Dapatkan info terkini tentang Investasi, Bisnis dan Dunia Usaha langsung ke ponselmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *